Kontak

Jurusan Arsitektur ITS
Kampus ITS Sukolilo
Surabaya 60111

Telp. (031) 5927290
(031) 5996972
Fax. (031) 5924301
E-Mail. Arsitektur

 

Sidang Terbuka Promosi Doktor

Selasa, 1 Maret 2011
Sidang Terbuka Promosi Doktor Naidah Naing
Dengan Judul Disertasi "Permukiman Berpindah Dalam Sistem Rumah Mengapung Sebagai Proses Adaptasi Manusia Dengan Lingkungan Didanau Tempe Sulawesi Selatan

ABSTRAK
Permukiman berpindah dalam sistem rumah mengapung di Danau Tempe memiliki karakteristik spesifik. Permukiman sering berpindah-pindah/bergeser mengikuti kondisi air danau yang banjir dan kekeringan, membentuk pola permukiman yang tidak tetap/ berubah-ubah sesuai perubahan musim, dan bentuk arsitektur serta tata ruang yang unik. Namun demikian, kemampuan penghuninya untuk melakukan berbagai proses adaptasi dengan alam dan lingkungan, menjadikan permukiman ini tetap bertahan terhadap lingkungan di atas air. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dinamika pengaturan lokasi bermukim, tata letak permukiman, tata ruang dalam rumah mengapung dan mengetahui proses adaptasi komunitas pemukimnya terhadap alam dan lingkungan permukiman di  Danau Tempe.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan arsitektur (artefak) dan etnografi (budaya bermukim). Penggabungan kedua pendekatan ini diharapkan akan menghasilkan sebuah penelitian etno-arsitektur, sehingga hasil penelitian ini tidak hanya berupa artefak (jejak fisik dari permukiman) tetapi lebih menjurus dalam menggali makna dari budaya bermukim yang berkembang di atas air. Teknik analisis yang digunakan adalah model Spradley dengan aktivitas analisis data meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial dan tema kultural.

Hasil penelitian tentang pengaturan lokasi bermukim, menunjukkan bahwa lokasi permukiman mengapung dapat berada di seluruh ruang danau, kecuali di area penangkaran ikan dan area yang dikeramatkan (sacred), dan dekat vegetasi mengapung. Pemilihan ini sesuai dengan citra lingkungan, untuk kebutuhan psikologis penghuni dan  keamanan bermukim. Pengaturan tata letak permukiman, berdasarkan orientasi absolut di dalam rumah dan orientasi kontekstual di luar rumah sesuai kondisi angin, gelombang serta meluap dan keringnya air danau. Selain itu tata letak permukiman berdasarkan pada arah lintasan perahu, dan keberadaan tiang penambat tunggal sebagai tempat berputarnya rumah. Penataan ruang dalam rumah mengapung diatur berdasarkan kebutuhan dasar, struktur keluarga, kegiatan dan ukuran tinggi istri, serta imajinasi mistis terhadap alam. Adaptasi komunitas nelayan dengan lingkungan alam adalah dengan menciptakan bentuk rumah berdasarkan pemanfaatan rumah mengapung sebagai pusat kegiatan istri, dengan struktur yang dapat mengantisipasi perubahan iklim. Memanfaatkan potensi rumah dan rakit dalam proses produksi dan berdagang untuk dapat beradaptasi terkait dengan keterbatasan akses ekonomi ke daratan. Adaptasi transportasi dengan menciptakan perahu yang berlambung besar tanpa cadik yang disesuaikan dengan kondisi air yang tidak bergelombang. Sistem pengetahuan masyarakat tentang musim dan bintang, digunakan untuk membaca dan mengantisipasi gejala alam. Kepercayaan akan mahluk dan tempat keramat selain Tuhan YME adalah bagian dari budaya setempat untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan alam.

Kata Kunci : Permukiman Berpindah, Rumah Mengapung, Adaptasi



ABSTRACT

Moving settlement in floating house system in Tempe Lake has specific characteristic. The settlement house is always changed or moved to adapt with the rise and fall of the tides of the lake water, forms irreguler settlement pattern according to the change of the season, and unique architecture form and  room’s. However, the inhabitant’s skill to do the adaptation process towards the nature and environment makes this settlement still exist in water surrounding. The goals of the research were to comprehend the dynamics of settlement location arrangement, the settlement’s site arrangements and inner room’s design of the floating house, and to identify the community adaptation process towards the nature and the environment in Tempe Lake.

The research was conducted by using qualitative research methode with architecture approach (artifact) and ethnography (settlement’s culture). The combination of this two approaches is hoped to create an ethno-architecture research, so that the findings of the research were not only in the form of the artifact (physical track of the settlement) but also more specific on exploring the meaning of the settlement culture life which is developed in the water. The analysis technique used was Spradley model with the data analysis activities which covered domain analysis, taksonomi, componential, and culture themes.

The research finding on settlement location arrangement, showed that the location of the floating settlement can be built in all the lake’s area, except in fish breeding area, and sacred area, and near the floating vegetation. The choice is suitable with the image of environment, for the psychology need of the inhabitant and the safety of the settlement.  The settlement’s site arrangement, was based on absolute arrangement on the house and contextual orientation outside the house in accordance with the wind’s condition, waves and the rise and fall of the water, beside that, the settlement site were based on the boat’s traffic direction, and the existence of single pole tether as a place of the turningof the house. Inner room’s design of floating house were arranged based on the basic need, family structure, wife’s activities and anatomy, and mystical imagination toward the nature. This fishermen community’s adaptation with the nature environment were to create the house form based on the function of the floating house as the centre of wife’s activities with the structure which anticipate the change of the climate. To make use of the house and raft potential production process and business to be adapted related with the economic limitation access to the land. Transportation adaptation by creating big raft’s hold without leeboard which was fitted with the water’s condition which has no waves. People’s knowledge system on the season and the star, were used to examine and to anticipate nature symptoms. The believe in creatures and sacred places besides the Only God were parts of the local culture to adapt with the nature’s environment.

Key Words : Moving Settlement House, Floating House, Adaptation